1 / 3
Caption Text
2 / 3
Caption Two
3 / 3
Caption Three

Apa Beda Semen Portland Tipe I, PCC dan SCC?

Kebanyakan masyarakat hanya mengenal satu jenis semen, yaitu semen portland tipe I atau yang sejenisnya. Semen portland tipe I merupakan jenis semen yang paling banyak dibutuhkan oleh masyarakat luas dan dapat digunakan untuk seluruh aplikasi yang tidak membutuhkan persyaratan khusus. Contohnya, ketika pemilik rumah atau tukang batu yang sedang mengerjakan proyek atau merenovasi rumah tinggal akan membeli semen di toko bangunan, mereka hanya menyebut semen, tanpa menyebut jenis semen apa yang seharusnya digunakan atau cocok dengan lingkungan pemukiman mereka berada.
Dengan perkembangan industri semen, pabrik semen saat ini memproduksi semen dengan aplikasi yang sama dengan semen tipe I. Semen tersebut dikenal dengan nama PCC (Portland Composite Cement). Semen ini, merupakan suatu variasi Produk semen, yang pada dasarnya merupakan semen potrland tipe I yang dicampur dengan aditif bersifat cementitious. Di Indonesia, PCC diproduksi berdasarkan SNI 15-7064-2004. Bahan campuran untuk PCC di Indonesia pada saat ini sebagian besar menggunakan abu terbang dan bahan-bahan cementitious lainya (dalam jumlah yang lebih kecil), dengan porsi semen portland berkisar 80-85 persen. Mengingat komposisi PCC dapat dikategorikan sebagai suatu variasi semen yang mendukung produksi beton ke arah yang lebih ramah lingkungan.
Sedangkan beton dengan kinerja pemadatan mandiri atau seft compacting concrete (SCC) merupakan suatu konsep inovatif untuk menghasilkan beton yang dapat “mengalir” namun tetap kohesif dan bermutu tinggi.
Pada dasarnya, self compacting concrete yang diproduksi dengan menggunakan bahan tambahan superplasticizer berbasis polimer, silicafume, dan bahan tambahan lain yang specifik, serta ukuran agregat yang terbatas (biasanya < 20 mm), dapat memberikan keuntungan sebagai berikut:
·         Pada beton segar (fresh concrete), tingkat kelecakan (workability) yang tinggi, akan melewati tulangan yang rapat dan memenuhi semua tempat di dalam cetakan, dan padat secara mandiri (minim getaran). Juga, kemudahan dalam pengecoran, khususnya untuk pemompaan ke posisi yang tinggi.

·         Pada beton yang sudah mengeras (hardened concrete), keungtungan antara lain, beton yang padat dan cenderung kedap air, kekuatan yang tinggi dan susut yang rendah bila digunakan w/c yang rendah, keawetkan jangka Panjang yang lebih baik dan penghematan energi untuk pemompaan dan penggetaran. Selain itu, pengurangan tingkat kebisingan, sehingga dapat meningkatkan kenyamanan para pekerja ataupun lingkungan sekitarnya.

Comments