1 / 3
Caption Text
2 / 3
Caption Two
3 / 3
Caption Three

KAYU SEBAGAI MATERIAL KONSTRUKSI

Oleh : Helmi Zakaria

Kayu merupakan bagian dari batang tumbuhan yang sudah mengeras. Namun, hanya tumbuhan tertentu yang memiliki kambium yang dapat menghasilkan kayu, misalnya pohon Jati, pohon Kelapa dan pohon Nangka. Setiap jenis kayu memiliki kualitas yang berbeda – beda. Di Indonesia, kayu telah dijadikan sebagai material konstruksi sejak zaman nenek moyang, contohnya adalah rumah joglo dan rumah panggung yang menggunakan kayu sebagai struktur utamanya. Setiap kayu memiliki kekuatan yang berbeda, kekuatan kayu tersebut sesuai dengan sifat – sifat kayu yaitu kadar air, kepadatan, dan cacat kayu (mata kayu, kemiringan serat dan retak).

Dalam bidang teknik sipil, kayu dapat digunakan sebagai material konstruksi maupun non konstruksi. Sebagai material konstruksi, kayu dapat menggantikan balok, kolom plat lantai dan kuda – kuda dari beton bertulang maupun baja. Sedangkan sebagai material non konstruksi, kayu dapat digunakan sebagai atap, dinding dan kusen. Penggunaan kayu sebagai material konstruksi perlu melalui proses perhitungan. Perhitungan dilakukam untuk menentukan dimensi kayu, jumlah kayu yang dibutuhkan, dan sambungan kayu yang akan dipakai. Perhitungan tersebut berdasarkan pada sifat-sifat kayu yang digunakan dan beban rencana yang akan bekerja pada bangunan selama proses pembangunan dan setelah bangunan digunakan. Beban tersebut berupa beban mati dan beban hidup. Beban mati meliputi beban bangunan, beban angin, beban gempa, dan benda – benda mati yang terdapat di dalam bangunan. Sementara beban hidup adalah beban manusia yang melakukan pembangunan dan beban makhluk hidup yang menghuni bangunan.
Di pasaran, kayu dapat ditemukan dalam berbagai ukuran dan bentuk. Salah satu yang sering digunakan dalam konstruksi adalah balok kayu. Balok kayu memiliki banyak ukuran yaitu 12 x 6 , 2 x 3 , 3 x 4 dan masih banyak lagi.  Ada juga kayu laminasi (Glue Laminated Timber) yaitu lembaran – lembaran kayu dengan kadar air tertentu yang diberi lem kemudian direkatkan satu sama lain, sehingga menghasilkan kayu yang lebih tebal dan kuat. Dalam penggunaan sebagai material konstruksi kayu dapat diolah menjadi Particle Board, Plywood dan masih banyak lagi. Pengolahan – pengolahan kayu ini dilakukan untuk mendapatkan kualitas kayu yang lebih baik dan memudahkan pengerjaan kayu.

Kayu memiliki beberapa kelebihan dibanding material lain. Kayu memiliki nilai estetika yang unik. Kayu merupakan salah satu material yang ramah lingkungan, hampir semua bagiannya dapat dipakai. Kayu juga merupakan material konstruksi tahan gempa karena berat jenisnya ringan. Pengerjaan kayu cukup mudah karena dapat dikerjakan dengan alat – alat yang sederhana. Saat terjadi kebakaran, bangunan yang terbuat dari kayu tidak langsung runtuh, arang yang terbentuk pada bagian luar kayu akan melindungi kayu bagian dalam, sehingga kayu masih bisa menahan beban. Proses ini memberikan waktu bagi penghuni bangunan untuk menyelamatkan diri. Kayu juga material yang awet bahkan umurnya bisa mencapai ratusan tahun. Musuh yang biasanya menyerang kayu adalah rayap dan jamur. Keberadaan rayap dan jamur pada kayu dapat menurunkan kualitas kayu. Tetapi, musuh – musuh kayu ini dapat dilawan apabila sebelum digunakan kayu diolah dengan benar. Sebaiknya kayu diawetkan sebelum digunakan. Pengawetan dapat dilakukan dengan zat kimia. Cat juga dapat digunakan untuk mencegah kayu dari rayap dan jamur serta menambah keindahan kayu.
Sudah seharusnya kayu digunakan dengan bijak, tebang pilih dengan menebang pohon – pohon dengan umur tertentu serta reboisasi, menanam kembali pohon untuk menggantikan pohon yang ditebang. Hal ini perlu dilakukan agar kelestarian kayu tetap terjaga.