1 / 3
Caption Text
2 / 3
Caption Two
3 / 3
Caption Three

PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR INDONESIA BERBASIS LINGKUNGAN

Oleh : Wafa Elkhairat

            Mengapa pada studi teknik sipil kita belajar mengenai lingkungan hidup? Banyak sekali orang yang bertanya-tanya dalam benaknya. Kebanyakan orang berpikir bahwa lingkungan hidup hanyalah sebatas hutan, sungai dan kehidupan di dalamnya. Namun pada hakikatnya, lingkungan hidup dapat diartikan sebagai benda, kondisi dan keadaannya, serta pengaruh yang terdapat pada ruang yang kita tempati dan mempengaruhi makhluk hidup, termasuk kehidupan manusia. Dalam Undang-Undang nomor 4 tahun 1982 tentang ketentuan- ketentuan pokok pengelolaan lingkungan hidup telah disebutkan bahwa lingkungan hidup itu adalah semua kesatuan ruang dengan semua benda, daya dan keadaan, makhluk hidup termasuk manusia dan perilakunya yang mempengaruhi kelangsungan perikehidupan dan kesejahteraan manusia dan makhluk hidup lainnya


            Tak dapat dipungkiri bahwa kemajuan infrastruktur semakin hari semakin pesat. Hal inilah yang terjadi di Indonesia, negeri dimana investor semakin gencar menanamkan modalnya. Namun banyak hal yang tidak masyarakat sadari akan kemajuan tersebut, bahwa kepedulian terhadap kelestarian lingkungan mulai meluntur. Pada pembangunan infrastruktur, aspek ruang, kondisi, situasi, energi, dan materi yang terdapat disana baik itu benda hidup maupun benda mati. Banyak sekali proyek pembangunan Indonesia hanya mengandalkan ketahanan seperti ketahanan strukturnya. Namun dalam banyak kasus, proyek pembangunan kerap kali melupakan aspek kehidupan di sekitar lingkungan pembangunan tersebut. Seperti halnya ekosistem yang dapat rusak akibat pembangunan tersebut.

Sumber :

            Manusia hidup dalam kebutuhannya terhadap air, udara, dan sumber daya alam lainnya. Namun banyak sekali ironi yang terjadi yaitu adalah kebutuhan yang selama ini pokok dan menunjang kehidupan manusia mulai terancam kelestarian dan kebersihannya akibat  perkembangan yang dilakukan oleh manusia lainnya. Sesuatu yang dianggap baik-baik saja dan danggap tidak ada perubahan didalamnya ternyata mengalami perubahan yang sangat drastis. Salah satunya yang terjadi di berbagai wilayah di Indonesia seperti berkurangnya lahan yang awalnya merupakan hutan maupun persawahan yang diubah menjadi pusat perbelanjaan dan gedung-gedung lainnya. Pandangan ekonomi seperti pembukaan lapangan kerja baru dan peningkatan investasi sedikit banyak telah menutupi pandangan lingkungan dimana bangunan tersebut telah mengganggu keseimbangan ekosistem. Bumi juga akan kekurangan paru-parunya dan suatu saat nanti mungkin akan benar-benar hilang . Organisme yang mendiami tempat tersebut kehilangan habitatnya dan harus mencari habitat lain yang cocok agar dapat bertahan hidup dengan baik sebagaimana sebelumnya.
            Insinyur teknik sipil Indonesia mulai memikirkan pembangunan berbasis lingkungan, sehingga kerusakan dapat dikurangi. Pembangunan infrastruktur berbasis lingkungan ini merupakan upaya yang dilakukan oleh para pelaku pembangunan Indonesia dalam pemanfaatan sumber daya alam secara bijaksana. Pembangunan dilakukan dengan bijaksana, terencana, dan berkesinambungan akan meningkatkan mutu hidup. Pembangunan berbasis lingkungan ini memiliki ciri-ciri yaitu :
1.      Menjamin pemerataan dan keadilan
2.      Menghargai keanekaragaman hayati. Hal ini dilakukan agar dalam pembangunan tidak ada pembabatan sumber daya alam yang dilakukan dengan semena-mena. Pembangunan yang dilakukan tidak boleh merusak ekosistem seperti hilangnya habitat hewan yang menyebabkan kelangkaan.
3.      Menggunakan pendekatan integratif.
4.      Menggunakan pandangan jangka panjang.
             Karena hidup tak hanya tentang makan, belajar, tidur, bekerja, dan berkembang. Tetapi juga tentang menjaga apa yang ada. Maka dari itulah menjaga keseimbangan antara membangun dan menjaga sangatlah penting.