1 / 3
Caption Text
2 / 3
Caption Two
3 / 3
Caption Three

Bendungan Di Indonesia

Oleh: Khairunisyah Syafira

Kehidupan manusia tidak lepas dari air. Air merupakan kebutuhan manusia yang sangat penting, namun dalam jumlah berlebih dan tidak terkendali air dapat mendatangkan bencana. Eratnya aktivitas manusia dengan air mendorong ada beragam bangunan keairan yang dibuat oleh ahli teknik sipil dalam rangka mengelola air agar bermanfaat dan menghindari musibah yang mungkin terjadi. Salah satu bangunan keairan tersebut adalah bendungan.
Bendungan adalah konstruksi yang digunakan untuk menahan laju air menjadi waduk, danau, atau tempat rekreasi. Klasifikasi bendungan dapat dibedakan berdasarkan tujuan pembangunan, ukuran, fungsi, jalannya air, dan jenis konstruksinya. Bendungan memiliki banyak fungsi seperti untuk memenuhi kebutuhan air, mengendalikan banjir, pembangkit listrik, dan terdapat pula fungsi tambahan yaitu rekreasi. Fungsi-fungsi ini sendiri tidak selalu ada dalam setiap bendungan, tergantung tujuan dari pembangunan bendungan tersebut. Bendungan dapat dibangun untuk satu tujuan ataupun serbaguna.
Berdasarkan jenis konstruksinya, bendungan dapat dibedakan menjadi bendungan urugan (embankment dam) dan bendungan beton (concrete dam). Untuk bendungan urugan bisa dengan urugan tanah dan urugan batu, sementara itu bendungan beton memiliki empat tipe, yaitu: gravity dam, buttress dam, arch dam, dan tipe kombinasi. Di Indonesia jenis konstruksi yang sering digunakan adalah bendungan urugan.


Salah satu contoh bendungan di Indonesia adalah bendungan Jatiluhur yang dibangun pada tahun 1957 dan merupakan bendungan terbesar di Indonesia. Bendungan Jatiluhur merupakan bendungan serbaguna yang berfungsi untuk pembangkit listrik tenaga air (PLTA), irigasi sawah, air baku air minum, pengendali banjir, budidaya perikanan, dan tempat rekreasi. Bendungan yang terletak di Kabupaten Purwakarta ini memiliki potensi air 12,9 miliar m3/tahun.
Di era kepemimpinannya, Presiden Joko Widodo merencanakan akan membangun 49 bendungan. Rencana Presiden Jokowi ini perlahan telah menunjukkan hasilnya, seperti Bendungan Raknamo di Nusa Tenggara Timur, Bendungan Tanju di Nusa Tenggara Barat, dan Bendungan Marangkayu di Kalimantan Timur yang dicanangkan akan rampung di tahun 2017.
Sebagai bangunan keairan yang sangat penting, kebutuhan bendungan di Indonesia diharapkan dapat memenuhi kebutuhan air dan berfungsi optimal dalam mengendalikan banjir.



Referensi:
Angriani, D. (2014, November 24). Jokowi Janji Bangun 49 Bendungan dalam Lima Tahun. Retrieved from Metro TV News: http://news.metrotvnews.com/politik/ob3v9R8N-jokowi-janji-bangun-49-bendungan-dalam-lima-tahun
Simorangkir, E. (2017, May 26). 3 Bendungan yang Dibangun Jokowi Rampung Tahun Ini. Retrieved from Detik.com: https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/3512034/3-bendungan-yang-dibangun-jokowi-rampung-tahun-ini
Wikipedia. (2016, Oktober 30). Bendungan. Retrieved from Wikipedia: https://id.wikipedia.org/wiki/Bendungan
Wikipedia. (2017, Mei 20). Waduk Jatiluhur. Retrieved from Wikipedia: https://id.wikipedia.org/wiki/Waduk_Jatiluhur

Comments