1 / 3
Caption Text
2 / 3
Caption Two
3 / 3
Caption Three

Taman Atap Sebagai Metode Penghijauan

Oleh: Ivan Ardhian

Mungkin banyak di sekitar kita yang masih belum tau apa itu Roof garden. Roof garden dapat diartikan sebagai taman yang berada di atas atap suatu bangunan atau gedung. Roof garden sendiri bukanlah hal yang baru, hal ini telah diterapkan oleh bangunan taman terkenal yaitu taman bergantung babilonia. Taman ini merupakan salah satu dari tujuh keajaiban dunia yang dibangun pada masa Raja Nebuchadnezzar II sekitar tahun 600 SM sebagai hadiah untuk sang permaisuri.

Sebenarnya Roof garden juga mulai diaplikasikan di berbagai tempat di indonesia terutama di Jakarta. Misalnya saja SKYE, salah satu restoran dan bar milik ISMAYA group di Jakarta pusat tetapi, walaupun hal itu sudah cukup lama, namun Roof garden ini masih belum menjadi sesuatu yang cukup signifikan untuk diterapkan.

Sumber gambar: http://martinwestlake.blogspot.com/2012/09/recent-work-skye-for-ismaya-group.html

Roof garden tersebut sendiri merupakan trik menanam tumbuh-tumbuhan di atap, ataupun dinding yang sering diaplikasikan di kota-kota besar sebagai salah satu cara menghijaukan lingkungan. Hal ini tentunya dapat menjadi solusi bagi masalah polusi yang ada di kota-kota besar. Roof garden sangat berguna, seperti pada kutipan dari pernyataan Amanda Morphett yang merupakan salah satu aktivis penggiat taman atap dari Green Gateway, perusahaan energi yang berbasis di Australia. Beliau mengatakan bahwa Taman Atap dapat menyegarkan udara, menarik satwa liar dan serangga, membersihkan dan menyaring air, serta menampung air hujan.

Manfaat-manfaat yang dapat kita dapatkan dari Roof garden antara lain. 
  1. Meningkatkan daya tahan pada atap atau bagian atas bangunan 
  2. Roof garden dapat mengurangi pantulan suara sehingga dapat mengurangi kebisingan 
  3. Penurun suhu udara sehingga dapat mengurangi pemakaian air conditioner 
  4. Dapat dijadikan taman, area berkebun maupun cafe karena memiliki nilai estetika yang cukup indah 
  5. Dapat menjadi habitat alami hewan sehingga Roof garden pun terlihat semakin indah dengan adanya hewan-hewan seperti kupu-kupu, burung, dll 
  6. Dapat menjadi area resapan air yang tentunya dapat mencegah terjadinya banjir terutama di kota Jakarta 
  7. Mengendapkan debu dan asap sehingga menciptkan lingkungan yang sehat bagi pemiliknya.
Masalah yang kerap terjadi adalah kita tidak mengetahui apakah bangunan kita dapat menahan beban lebih yang diberikan oleh Roof garden tersebut. Oleh karena itu, dalam proses pembuatannya pun perlu perencanaan yang matang. Pemilik harus melakukan konsultasi kepada arsitek/kontraktor tentang kuatnya gedung tersebut dalam menerima beban tambahan supaya dapat melaksanakan pembuatannya.

Selain melihat proses pembuatannya, Roof garden pun harus didesain sedemikian rupa di mana tanamannya dapat bertahan dari perubahan iklim, perubahan terpaan angin yang dapat menjadi kencang terutama di gedung tinggi, dan bisa mendapatkan sinar matahari dan air yang cukup. dengan begitu pemeliharaan dan penataan tanaman pun menjadi mudah.


Daftar Pustaka:
Putri, Febrina. 2012. Gedung Go Green dengan Roof Garden. Kenapa Tidak?. http://mebiso.com/gedung-go-green-melalui-roof-garden-kenapa-tidak/ [diakses pada 14 November 2017].
Anggraini, Rika. 2015. Roof Garden Membuat Kota Lebih Hijau. https://www.kompasiana.com/rika_anggraini/roof-garden-membuat-kota-lebih-hijau_54ffb5f3a33311be4c510e51 [diakses pada 14 November 2017].
Indah, Rahma. 2015. 8 Tempat Makan di Atap Gedung dan Rooftop di Jakarta.  http://www.wisataku.id/wisata-kuliner/8-tempat-makan-di-atap-gedung-atau-rooftop-di-jakarta/ [diakses pada 15 November 2017].

Comments