1 / 3
Caption Text
2 / 3
Caption Two
3 / 3
Caption Three

SEMEN PORTLAND


SEMEN PORTLAND

Oleh : Ridha Ulfaty

Semen merupakan salah satu bahan utama dalam konstruksi bangunan yang berfungsi sebagai perekat yaitu material pengikat bahan-bahan padat menjadi suatu kesatuan kuat. Jenis semen yang paling umum digunakan untuk bahan campuran beton, plester dinding, adukan encer, bahan penambal, dan lain sebagainya adalah Semen Portland (Portland Cement). Semen ini dapat mengeras apabila bersentuhan dengan air dan berubah menjadi benda padat yang tidak larut dalam air. Hal ini menyebabkan semen portland disebut perekat hidrolis.
Bahan Baku Semen Portland
Semen portland dihasilkan dengan menggiling terak/clinker yang mengandung senyawa kalsium silikat dan gypsum sebagai tambahan. Selain itu, ada beberapa senyawa lain yang dibutuhkan antara lain, kalsium oksida (CaO), silicon oksida (SiO2), alumunium oksida (A12 – O3) dan oksida besi (Fe2O3). Senyawa ini dapat diperoleh dari bahan mentah dan bahan tambahan semen portland. Adapun bahan mentah yang dimaksud adalah :
  • Batu kapur (mengandung kalsium oksida sebesar 50%)
  • Batu silica (sumber silisium oksida (65%), alumunium oksida (17%) dan oksida besi (7%))
  • Tanah merah (mengandung alumunium oksida (29%) dan oksida besi (10%))
Bahan tambahan semen portland adalah pasir besi dan gypsum. Pasir besi berguna sebagai flux pada pembakaran dan memberi warna hitam. Sedangkan gipsum ditambahkan untuk memperbaiki sifat dan kualitas semen. 

Sifat-sifat Semen Portland

Sifat utama dari semen ini adalah mengeras jika dicampur dengan air dan jika sudah berubah menjadi padat tidak akan larut dalam air. Hal ini menyebabkan semen bersifat plastis sementara setelah dicampur dengan air baru kemudian menjadi keras dan kaku. Selain itu, sama seperti semen yang lain semen portland juga dapat merekatkan benda padat seperti batu bata. Akan tetapi, semen ini bersifat kaustik yang dapat menyebabkan luka bakar dan dapat menyebabkan iritasi dan kanker paru-paru.

 

Tipe – tipe Semen Portland

1.    Tipe I (Ordinary Portland Cement)

Tipe ini merupakan tipe semen yang paling laris dan paling sering digunakan untuk berbagai jenis konstruksi bangunan. Hal ini karena penggunaannya tidak memerlukan syarat khusus seperti tipe lainnya.

2.    Tipe II (Moderate Sulfat Resistance)

Semen tipe II umumnya digunakan untuk bangunan yang memerlukan ketahanan terhadap sulfat dan hidrasi sedang. Dibandingkan dengan tipe sebelumnya, tipe ini memiliki panas hidrasi lebih rendah. Untuk pengaplikasiannya disarankan dipakai di daerah yang dengan proses hidrasi rendah seperti bendungan dan dermaga.

3.    Tipe III (Hight Early Strength)

Semen tipe III ini memiliki daya tekan tinggi pada tahap permulaan setelah terjadi proses pengikatan. Beton yang dihasilkan semen tipe III setara dengan kekuatan 28 hari umur beton yang menggunakan semen tipe I. Biasanya semen tipe ini digunakan pada bangunan bertingkat tinggi, jalan raya, dan bandar udara.

4.    Tipe IV (Low Heat of Hydration)

Digunakan pada konstruksi bangunan yang memerlukan panas hidrasi rendah, seperti bendungan dan lapangan udara. Dibanding dengan tipe I, pengembangan kuat tekan tipe IV cenderung sangat lambat.

5.    Tipe V (Sulfat Resistance Cement)

Memiliki ketahanan tinggi terhadap sulfat dan ditujukan untuk pembuatan beton pada daerah dengan tanah dan air yang memiliki kadar garam sulfat tinggi.

6.    Super Mansory Cement

Semen ini dapat digunakan untuk konstruksi perumahan gedung, jalan dan irigasi dengan struktur betonnya maksimal K-225 serta bahan baku pembuatan genteng beton, hollow brick, Paving Block, tegel dan bahan bangunan lain.

7.    Oil Well Cement, Class G-HSR ( High Sulfate Resistance) .

Merupakan semen khusus untuk pembuatan sumur minyak bumi dan gas alam dengan konstruksi sumur minyak bawah permukaan laut dan bumi. OWC yang telah diproduksi adalah class G, HSR ( High Sulfat Resistance) disebut juga sebagai ” BASIC OWC”. Semen ini bersifat adaptif shingga dapat ditambahkan untuk pemakaian pada berbagai kedalaman dan temperature.

8.    Portland Composite Cement ( PCC)

Semen ini memenuhi persyratan mutu Portland Composite Cement SNI 15-7064-2004. Dapat digunakan secara luas untuk konstruksi umum pada semua beton, struktur bangunan bertingkat, struktur jembatan, jalan beton, bahan bangunan, beton pra tekan dan pra cetak, pasangan bata, plesteran dan acian, panel beton, paving block, hollow brick, batako, genteng, potongan ubin, dan sebagainya. Semen ini lebih mudah dikerjakan, suhu beton yang dihasilkan pun lebih rendah sehingga tidak mudah retak, lebih tahan terhadap sulfat, lebih kedap air dan permukaan acian lebih halus.

9.    Super ” Portland Pozzolan Cement” ( PPC)

Semen yang memenuhi persyaratan mutu semen Portland Pozzoland SNI 15-0302-2004 dan ASTM C 595 M-05 s. Dapat digunakan secara luas seperti :
-    konstruksi beton massa ( bendungan, dam dan irigasi)
-   konstruksi beton yang memerlukan ketahanan terhadap serangan sulfat ( bangunan tepi pantai, tanah rawa)
-   bangunan / instalasi yang memerlukan kekedapan lebih tinggi.
-   pekerjaan pasangan dan plesteran.


Sumber :

Comments